Monday, October 5, 2020

Zona2KemandirianAnak-Hari ke enam

Pulang kerja umi jemput adek di rumah nenek. Umi cepat-cepat jemput adek karena ada janji mau jenguk tetangga yang sakit DBD. Anak tetangga tersebut adik kakak, dua-duanya di rawat dengan sakit yang sama. Sekarang sudah di rumah, jadi kita perwakilan saja jenguk.

Setelah sampai di rumah, menunggu satu ibu sekitar lima belas menit, lalu kami bertiga mewakili warga komplek menjenguk yang sakit. Kami ngobrol tidak lama, menayakan kabar, bagaimana kronologis kesehatan mereka hingga akhirnya harus di rawat di RS dan juga mendoakan kesehatan mereka. Karena dalam kondisi wabah seperti sekarang ini, riskan untuk bertamu ke rumah orangpun.

Adek main di luar rumah sementara umi jenguk yang sakit, kejar-kejar kucing, gedong kucing...... adek suka kucing.   

Umi siram tanaman setelah pulang jenguk yang sakit, umi percobaan siram tanaman menggunakan eco enzym, sedang di rutinkan pagi dan sore, ingin lihat hasilnya apakah benar eco enzym bagus untuk tanaman. Ada beberapa pohon sirsak di pinggir jalan samping rumah yang kami tanam, sudah lama tapi masih belum berbuah.

Adek menghampiri umi yang sedang menyiram tanaman

A: umi.....belajar motor ....

U: nanti deh yah......

A: umi kuat engga berdirikan motor?

U: engga kuat....

A: yaaahhhhh

Adek kepingin umi belajar naik motor, umi hanya bisa naik sepeda, sebetulnya tidak akan sulit belajar motor karena umi bisa naik sepeda. 

Sebelum maghrib kami masuk rumah, ade mandi, lalu menghabiskan makanan sisa abi di meja makan. Nasi padang dengan lauk ayam bakar.

Kami shalat maghrib masing-masing. umi tilawah setelah shalat. Adek baringan di sofa.

Kami makan malam di "soto betawi", tempat makan baru dekat rumah. Di rumah makan tersebut ada beberapa hiasan dinding, salah satunya ada tulisan:

"JIKA KAMU TIDAK SANGGUP MENAHAN LELAHNYA BELAJAR, MAKA KAMU HARUS SANGGUP MENAHAN PERIHNYA KEBODOHAN" (Imam Syafii)

Umi membacakan tulisan itu untuk adek, dan mengulangnya beberapa kali sementara menunggu pesanan, kami memesan soto betawi dan sate maranggi.

Sesampainya di rumah, ade siap-siap untuk tidur, umi shalat isya. Umi ingatkan adek untuk shalat isya, tapi adek mengeleng, ia ke kamar mandi untuk BAB, rupanya ia kekenyangan.

Umi lebih dulu naik ke kasur sementara adek masih di toilet.  

A: Umi awas ..... aku rapihkan dulu kasurnya....

ujar adek setelah keluar dari kamar mandi. Umi lalu beranjak, dan membiarkan adek menata bantal untuk umi. Kami pun tidur, dengan konfirmasi positif dari umi bahwa adek akan mudah dibangunkan. Adek minta di bangunkan sebelum subuh, agar bisa mandi dan segar saat shalat subuh.

Paginya umi bangunkan adek sebelum subuh, sudah terdengar suara dari masjid, alhamdulillah tidak ada drama, adek mudah untuk dibangunkan. 

Kami shalat subuh berjamaah, lanjut dengan zikir setelah shalat bersama. Kami saling menyimak tilawah juga berdoa untuk keluarga besar. Umi menjelaskan tentang siapa saja kakek nenek dan para leluhur keluarga kami. Satu lagi, umi membahas terjemah "doa diantara dua sujud"

Adek sarapan strawberry, kemarin sore umi beli di pasar sepulang kerja, umi ajak ade ke dapur untuk mempersiapkan, umi yang cuci strawberry, aku yang siapin gulanya......kata adek. 

Sambil sarapan adek minta nonton tv, sebetulnya umi melarang namun adek merajuk..... ternyata setelah nonton tv adek ngantuk lagi....... adek masih perlu latihan untuk bangun sebelum subuh.


#harike6

#tantangan15hari

#zona2kemandirian

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualanganbahagia

No comments:

Post a Comment