Senin, 5 Oktober 2020
Lima hari menuju ulang tahun adek yang ke sepuluh, tanggal 10 Oktober 2020.
Hari minggu kemaren kita berkegiatan di rumah. Sorenya hujan deras, adek ijin mau hujan-hujanan, tetangga sebelah rumah kirim pesan lewat wa, janjian sama adek mau hujan-hujanan, tapi ternyata tidak jadi.
Umi pesan lauk makan siang sama tetangga, woku ikan cakalang, tempe orek dan perkedel kentang. Ternyata waktu di antar mendapat bonus cah sayuran dan sayur bening bayam. Tapi adek maunya makan pakai ikan kembung, jadi umi goreng ikan kembung dari kulkas.
Abi makan siang di luar, bersama tetangga yang melaksanakan penyemprotan nyamuk (fogging). Ada tetangga yang kirim ba'so juga ke rumah, sebagai konsumsi untuk bapak-bapak yang melaksanak penyemprotan. Jadilah makanan yang umi pesan, umi saja yang menikmati, sayur bayam dan perkedel yang umi makan.
Waktu makan malam, adek makan dengan cah sayuran dan orek tempe, sementara woku ikan cakalang tidak ada yang menyetuh, kalau seperti itu umi ingin mengantar woku ikan cakalang untuk nenek.
Abi bilang kalau ia akan antar bang fatir, kesempatan umi buat numpang sama abi ke rumah nenek.
Jadilah umi dan adek ke rumah nenek di antar abi. sesampainya di sana, nenek sedang goreng tahu buat makan malam, nenek senang dapat kiriman makanan. Abi hanya drop saja, khawatirnya abi pulang malam kalau kita nunggu abi yang jemput, sementara hujan deras. Kita di rumah nenek sebentar karena sudah malam dan hujan. Umi dan adek pulang naik angkot hujan-hujanan, angkot juga sepi, ngetem lumayan lama, penumpangnya hanya kita berdua. Setelah jalan agak jauh baru ada satu lagi penumpang laki-laki yang naik, sesampainya dirumah kami berdua basah, padahal kami bawa payung.
Kami langsung bersih-bersih, lalu shalat isya. Umi dan adek ke kamar untuk tidur dengan bahagia.
Paginya, umi bangun seperti biasa, umi mandi dan shalat subuh. Lalu ke kamar, menciup adek perlahan, adek langsung bangun. Adek langsung ke kamar mandi, wudhu lalu shalat subuh.
Setelah shalat, adek tidak melepas mukena, ia berbaring di sofa. Umi menawarkan tilawah, adek bilang umi dulu yang baca, adek menyimak bacaan umi.
Adek masih belum mau tilawah, umi membuka pembicaraan tentang doa iftitah.
U: Adek kalau baca doa iftitah yang mana?
A: Allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiina.
U: Adek tahu artinya?
A: diam....
U: Umi membacakan artinya.....
Jadilah kami membahas doa iftitah.
Setelah obrolan kami, adek akhirnya tilawah, suaranya pelan, umi dengarkan dengan hati-hati. Selesai satu halaman lalu di tutup dengan membaca terjemah akhir surat yang di baca.
Setelah selesai tilawah, adek melihat jam.....
A: jam enam...
U: kenapa
A: aku mau nonton tv
U: yah....
A: Aku mau sarapan melon... sambil nonton
U: ayo siapin melonnya
A: aaahhhh
U: lihat cara kupas dan potong nya aja deh....
A: hhhmmmmm.....
Melon selesai di kupas dan di potong-potong, adek bawa ke depan tv, sambil menyerahkan melon umi bilang......kalau ngaji suaranya pelan, nonton aja semangat....
A: argh..... aku salah lagi deh..
#harike5
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualanganbahagia


No comments:
Post a Comment